Kenali “Karbohidrat Cokelat”, Karbohidrat Baik Yang Kaya Akan Serat Pangan

Thursday, April 1, 2021

Makanan memegang peran penting untuk menjaga kita tetap sehat. Tapi, perlu diingat, ada makanan-makanan tertentu yang justru dapat membahayakan kesehatan Anda.

Itulah mengapa begitu banyak informasi kesehatan yang beredar mengenai ‘makanan yang sehat untuk dimakan’ atau ‘makanan yang sebaiknya dihindari’.

Di sinilah muncul tantangannya. Berkat teknologi internet, informasi kesehatan semacam itu dapat diperoleh dengan mudah, bahkan dapat ditemukan dimana-mana.

Tapi, penting untuk mencermati informasi tersebut sebelum langsung mengambil keputusan terkait makanan yang akan dikonsumsi.

Masih banyak orang-orang yang belum mencermati informasi-informasi kesehatan yang mereka temukan, langsung mempercayainya walaupun belum ada bukti atau sumber yang jelas.

Akibatnya, banyak informasi salah yang dianggap sebagai benar di mata masyarakat, seperti membatasi asupan karbohidrat—atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali—selama ikut program diet demi menurunkan berat badan.

Yusuke Tsugawa, seorang profesor dari University of California, Los Angeles (UCLA) membahas “kesalahan” terkait informasi-informasi tentang makanan yang sebaiknya dimakan dan dihindari yang dipercaya oleh masyarakat, dalam bukunya “The World’s Best Diet, Scientifically Proven (世界一シンプルで科学的に証明された究極の食事).

Salah satu bahasannya adalah tentang karbohidrat yang seringkali dianggap “tidak sehat”, musuh nomor satu yang harus dihindari saat diet.

Karbohidrat Baik dan Jahat

Tidak sedikit orang yang berpikiran bahwa cara terbaik untuk menurunkan berat badan atau diet adalah dengan tidak makan nasi—berhenti mengonsumsi karbohidrat.

Padahal, program diet yang sehat justru dengan tetap karbohidrat, lho! Yang membedakan adalah jenis karbohidrat mana yang kita konsumsi.

Ada dua jenis karbohidrat, yaitu Karbohidrat Putih dan Karbohidrat Cokelat.

Karbohidrat Putih adalah karbohidrat yang berasal dari roti tawar putih, nasi putih (beras putih), kue kering, pasta, dan makanan olahan lainnya. Karbohidrat inilah yang disebut sebagai “karbohidrat jahat”, karena memiliki kadar gula yang tinggi dan dapat membuat gemuk.

Makanan yang mengandung Karbohidrat Putih inilah yang harus dibatasi konsumsinya, karena dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit.

Tapi, bukan berarti kita harus berhenti makan nasi atau roti, lho. Yang harus kita lakukan adalah mengonsumsi makanan yang mengandung Karbohidrat Cokelat, atau “karbohidrat baik”.

Karbohidrat Cokelat adalah karbohidrat yang terbuat dari gandum utuh, seperti beras cokelat atau roti gandum utuh. Karbohidrat ini kaya akan serat pangan (dietary fibers) yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Manfaatnya antara lain mencegah sembelit dan wasir, menurunkan kadar kolesterol sehingga baik untuk kesehatan jantung, mencegah diabetes tipe 2 karena mengontrol gula darah, bahkan dapat mencegah kanker.

Karena itu, salah besar jika menganggap karbohidrat sama dengan pembuat gemuk dan tinggi gula. Yang ‘jahat’ bagi tubuh adalah Karbohidrat Putih, sedangkan Karbohidrat Cokelat justru sangat baik untuk tubuh!

Karena itu jika Anda ingin diet, jangan sampai tidak dapat asupan karbohidrat sama sekali! Gantilah nasi putih dengan nasi cokelat, atau roti tawar putih dengan roti gandum utuh.

Sumber:
Tsugawa, Yusuke. 2018. 「世界一シンプルで科学的に証明された究極の食事:The World’s Best Diet, Scientifically Proven」. Japan: Toyo Keizai Inc.
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form