Ternyata, Makan Nasi yang Sudah Dingin Dapat Meningkatkan Kesehatan Pencernaan!

Friday, September 10, 2021

Apakah Anda selalu menyantap nasi dalam keadaaan hangat?

Makanan apapun pasti paling enak disantap selagi masih hangat. Namun, tahukah Anda bahwa menunggu nasi menjadi dingin adalah salah satu cara meningkatkan kesehatan pencernaan?

Ini karena saat makanan yang mengandung karbohidrat menjadi dingin, kandungan pati di dalamnya akan berubah menjadi pati yang sulit untuk dicerna atau “resistant stratch”. Bertambahnya pati resistennya inilah yang dapat memperbaiki pencernaan, karena memiliki efek seperti serat pangan.

Hal ini dijelaskan dalam buku “How to keep diseases away from your body: Eat carbohydrates after cooling it” yang ditulis oleh Ahli Gizi Seiichi Kasaoka.

Serat pangan ada ada dua jenis, serat larut air dan yang tidak larut air. Mengonsumsi serat larut air baik untuk kesehatan karena dapat menjadi ‘makanan’ bagi bakteri baik di usus dan memperkuat membran mukosa. Hal ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita tidak mudah terserang penyakit. Sama seperti jenis serat ini, pati resisten pun dapat menjadi ‘makanan’ untuk bakteri baik di usus.

Sebagai tambahan, karena sifatnya yang sulit dicerna, pati resisten masih akan tersisa sampai ke daerah rektum (dari usus besar sampai anus) sehingga dapat memperkuat bakteri-bakteri baik di sekitar rektum juga. Ini membuat organ pencernaan lebih terlindungi secara menyeluruh, beda dengan serat pangan yang memberi perlindungan tambahan di sekitar usus saja.

Sedangkan, jenis serat yang tidak larut air bermanfaat untuk mencegah memburuknya lingkungan pencernaan akibat zat-zat beracun yang tersisa di dinding usus. Sama seperti jenis serat ini, pati resisten pun dapat membereskan zat-zat beracun tersebut.

Karena itu, dengan mengonsumsi nasi yang dibiarkan menjadi dingin, kita menambah konsumsi pati resisten yang sama menyehatkannya dengan serat pangan!

3 Manfaat Pati Resisten

1. Mencegah berkembangnya karsinogen dalam tubuh

Karena pati resisten dapat menjadi ‘makanan’ bagi bakteri-bakteri baik yang membantu proses pencernaan, aktivitas para bakteri baik pun akan meningkat. Ini akan memaksimalkan perlindungan yang mereka berikan, mencegah berkembangnya penyakit seperti kanker usus.

Selain itu, penelitian juga menyebutkan bahwa saat kondisi pencernaan memburuk, tubuh akan memproduksi senyawa karsinogen (penyebab kanker) seperti phenol dan cresol. Pati resisten dapat mencegah berkembangnya senyawa berbahaya ini dan memberi perlindungan pada organ pencernaan secara menyeluruh.

2. Mendukung program diet

Nilai Indeks Glikemik (IG) yang tinggi pada suatu makanan berarti karbohidrat dalam makanan tersebut cepat untuk diproses menjadi glukosa.

Karena pati resisten adalah jenis makanan yang angka IG-nya rendah, pati resisten termasuk jenis makanan yang tidak membuat gula darah bergejolak. Mengonsumsi pati resisten juga akan memberikan efek ‘kenyang’ sehingga membantu kita membatasi makan, cocok untuk mendukung program diet.

Selain itu, pati resisten juga dapat menyebabkan Second Meal Effect.

Yang dimaksud dengan Second Meal Effect adalah sebagai berikut: jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung pati resisten di siang hari, kadar gula darah kita akan menjadi terkendali bukan hanya pada siang itu, tapi juga pada jam makan berikutnya (malam hari).

Efek metabolisme gula yang dimiliki pati resisten akan mempengaruhi makanan selanjutnya, sehingga kenaikan kadar gula darah akan tetap terkontrol saat kita makan pada malam hari.

3. Memaksimalkan penyerapan mineral

Saat sudah memasuki usia 50-an, kita akan mengalami penurunan penyerapan kalsium dan perubahan hormon sebagai bentuk proses penuaan.

Dengan mengonsumsi pati resisten, kita dapat memaksimalkan kemampuan pencernaan untuk menyerap kalsium. Berbagai penelitian telah membahas bagaimana makanan yang mengandung pati resisten menyebabkan penyerapan kalsium dan zat besi (magnesium) yang lebih besar dibandingkan makanan yang mengandung pati biasa (yang dapat dicerna sepenuhnya).

Berapa lama mendinginkan nasi?

Pati resisten atau resistant starch sebenarnya terdiri dari beberapa kelompok. Kelompok pati resisten yang dijelaskan barusan sebenarnya merupakan Kelompok 3; makanan yang mengandung pati biasa, tapi bila didinginkan berubah menjadi pati yang sulit dicerna. Makanan tersebut antara lain nasi putih, pasta dingin, potato salad, dll.

Lalu, berapa lama baiknya mendinginkan nasi agar kandungan patinya berubah menjadi pati resisten?

Anda dapat membiarkan nasi mendingin maksimal sampai satu jam di suhu ruangan. Jangan membiarkannya dingin terlalu lama, karena jika sudah 4 jam, bakteri-bakteri jahat akan mulai berkumpul. Karena itu, jika menyimpan nasi untuk waktu lama seperti menjadikannya bekal, lebih baik dihangatkan dulu atau sebaiknya disimpan di dalam kulkas.

Selain itu, jika Anda yang tertarik untuk mulai mengubah cara makan dengan makan nasi yang sudah dingin, Anda bisa memakan nasi yang sudah dingin dengan makanan berkuah yang hangat, seperti soto, rawon, sop, atau mungkin kare sebagai permulaan.

Terakhir, jika Anda merasa enggan melakukan hal ini karena lebih memilih untuk menyantap nasi selagi masih hangat, tentu saja Anda dapat mencari alternatif misalnya dengan memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat pangan.

Jika tertarik untuk mengonsumsi pati resisten dari karbohidrat yang didinginkan, jangan lupa untuk mencari informasi selengkapnya dari berbagai sumber, ya!

Sumber: Kasaoka, Seiichi. 2020. 「腸活先生が教える病気を遠ざける食事術 炭水化物は冷まして食べなさい」(How to keep diseases away from your body: Eat carbohydrates after cooling it.). Japan: Ascom.
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form