Tanpa Kita Sadari, Olahraga Ini Memperpendek Umur Kita

Friday, December 11, 2020

Jarang beraktivitas fisik merupakan cikal bakal munculnya berbagai penyakit, bahkan penyakit yang menyebabkan kematian. Ini karna olahraga merupakan komponen penting dalam menjalani hidup sehat.

Tapi, pernahkah Anda mendengar pepatah “segala hal yang berlebihan, bahkan ‘hal yang baik’ sekalipun, dapat memberikan pengaruh buruk”?

Ya, ‘hal baik’ seperti berolahraga pun dapat memberikan pengaruh buruk—alih-alih membuat kita sehat, malah mengundang berbagai penyakit.

Beban fisik dan mental yang didapatkan akibat berolahraga secara berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan jantung, tulang, otot, dan anggota tubuh lainnya. Bahkan, beberapa penelitan menyebutkan bahwa terlalu banyak berolahraga dapat memperpendek usia.

Penelitian yang dimuat di jurnal Motricidade tahun 2017 menyebutkan, baik atlet profesional maupun amatir banyak yang mengalami overtraining; kondisi saat proses intensitas latihan fisik berlebihan bersamaan dengan kurangnya waktu pemulihan bagi tubuh.

Overtraining atau kelebihan latihan fisik dapat menyebabkan berbagai macam hal, mulai dari pengaruh psikologis seperti kecemasan, depresi, ketidakstabilan emosi; terganggunya pola hidup seperti menurunnya nafsu makan dan pola tidur yang berantakan; sampai pengaruh fisik seperti rasa sakit di otot-otot dan persendian.

Namun, salah satu akibat fatal dari kelebihan olahraga atau latihan fisik adalah perubahan pada sistem imunitas, membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus dan mudah terserang penyakit.

Alih-alih memperkuat imunitas dan menyehatkan tubuh, olahraga secara berlebihan justru melemahkan sistem imun tubuh.

Penelitian tersebut mengatakan, sekitar 60% dari atlet maraton, 50% pesepak bola, dan 33% dari pemain basket pernah mengalami hal ini.

Tapi, para peneliti juga mengungkap bahwa bukan hanya atlet olahraga saja; para peserta program fitness yang tidak berolahraga untuk tujuan berkompetisi pun dapat mengalami efek samping ini.

Jadi, bukan hanya jenis olahraga tertentu saja. Olahraga apapun, yang melibatkan berlari, bermain bola, latihan ketahanan, angkat beban dan sebagainya dapat membuat kita mudah terserang penyakit jika dilakukan secara berlebihan,

Seperti yang kita ketahui, imbas dari kelelahan berolahraga yang paling umum untuk dirasakan adalah pegal-pegal dan rasa nyeri di otot. Rasa nyeri ini disebabkan oleh peradangan akibat kerja otot yang lebih dari biasanya.

Seiring berjalannya rutinitas olahraga, tubuh akan menyesuaikan dan peradangan tidak akan menjadi separah di awal. Namun, jika olahraga berat terus dikerjakan untuk waktu yang lama, tubuh yang tadinya mendapat manfaat dari olahraga justru dapat menerima kerugian.

Benarkah Olahraga Berlebihan Sebabkan Mati Muda?

Meski efeknya tidak bisa dirasakan secara instan, terlalu banyak berolahraga memang merusak tubuh dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sejumlah penelitian bahkan menemukan bahwa mereka yang berolahraga berlebihan hidup lebih singkat dari biasanya.

Salah satu olahraga yang dapat menyebabkan kematian dini jika dilakukan berlebihan adalah jogging.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Martin Matsumura, co-director di Cardiovascular Research Institute Amerika Serikat, beserta timnya pada tahun 2014 menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering jogging berusia pendek sama seperti orang-orang yang jarang bergerak atau berolahraga.

Aneh, ya? Padahal, olahraga lari seperti jogging adalah aktivitas yang kaya manfaatnya bagi kesehatan, mulai dari membantu mempertahankan berat badan, mengurangi stres, mengontrol tekanan darah dan kolesterol, dan sebagainya.

Tapi nyatanya, terlalu banyak jogging sama bahayanya dengan tidak olahraga sama sekali.

Penelitian tersebut mengambil data lebih dari 3800 laki-laki dan perempuan yang ikut dalam Masters Running Study, sebuah situs edukasi berisi informasi seputar latihan fisik dan kesehatan untuk para pelari berusia di atas 35 tahun.

Sekitar 70% dari 3800 peserta berlari lebih dari 20 mil—32 km—setiap minggunya.

Lalu, apa yang menjadi penyebab spesifiknya? Sayangnya para peneliti belum bisa mengungkap faktor apa yang menjadi penyebab kematian dini pada orang-orang yang terlalu banyak berlari.

Yang para peneliti temukan adalah, faktor penyebab itu tidak berkaitan dengan jantung atau konsumsi obat tertentu.

Para pelari yang diteliti memiliki kondisi bermacam-macam, ada yang sering mengonsumsi painkiller seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin—obat-obatan yang berkaitan dengan masalah jantung.

Para pelari juga memiliki risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung lainnya, dan memiliki riwayat merokok.

Tapi, para peneliti tidak menemukan korelasi antara kondisi-kondisi di atas dengan usia yang lebih pendek, karena mereka yang berlari kurang dari 32 km setiap minggunya—yang usianya lebih panjang—lebih sering mengonsumsi painkiller tersebut.

Dr. James O'Keefe dari Mid-American Heart Institute berpendapat, meski belum ditemukan penyebab spesifik yang membuat orang-orang berlari lebih dari 32 km tiap minggunya ini berusia pendek, ia yakin bahwa terlalu banyak berlari “merusak” berbagai aspek pada tubuh.

Salah satunya adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh dan rusaknya otot-otot dan persendian secara perlahan-lahan.

Lantas, apakah itu berarti kita lebih baik tidak jogging sama sekali?

Tentu saja tidak!

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari olahraga ini, Dr. O'Keefe menyarankan untuk lari dalam kecepatan lambat ke sedang, sebanyak 2-3 kali dengan total 2,5 jam dalam seminggu.

Charles Crotteau, seorang dokter di Advocate Illinois Masonic Medical Center juga menyarankan untuk melakukan variasi olahraga—bukan hanya berlari tapi juga bersepeda, berenang, atau hanya sekedar berjalan sehat.

Jika kita hanya berlari selama satu jam setiap harinya, tidak perlu panik. Tapi, untuk memastikan olahraga yang kita lakukan tidak merusak tubuh, sadarilah batasan-batasan diri dan jangan sampai melakukannya secara berlebihan.

Dan yang paling penting, jangan lupa memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih, ya!

Sumber:
AdvocateAuroraHealth, Can excessive running be harmful on your body?
Darwinian Medicine, The Dangers of Excessive Strength Training
Guimarães, T. T., Terra, R., Dutra, P. M. L. (2017). Chronic effects of exhausting exercise and overtraining on the immune response: Th1 and Th2 profile. Motricidade, 13(3), 69-78.
WebMD, Too Much Running Tied to Shorter Life Span
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form