Sering Merasa Lelah & Uring-Uringan Tanpa Sebab? Hati-Hati, Saraf Otonom Anda Mungkin Terganggu

Thursday, June 3, 2021

Apakah Anda sering merasa lelah, tapi lelah tersebut tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat?

Atau Anda sering marah-marah dan sulit merasa tenang, atau merasakan sakit di kepala, mata, pundak, atau pinggang?

Ada kalanya kita merasa ‘tidak enak badan’, merasakan pegal dan sakit di sekujur tubuh tanpa tahu penyebab pastinya. Kemungkinan besar, hal-hal di atas berkaitan dengan kondisi sistem saraf otonom Anda.

Sistem saraf otonom Anda sangat mungkin terganggu akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang baik dan stres yang menumpuk. Demi melenyapkan gangguan-gangguan kesehatan tersebut, cara paling efektif adalah dengan memperbaiki sistem saraf otonom Anda.

Apa Itu Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa kita sadari atau secara otomatis tanpa mendapat perintah terlebih dahulu. Ia berfungsi untuk mengendalikan fungsi organ-organ tubuh yang bekerja secara tidak sadar. Contohnya seperti pernafasan, denyut jantung, sirkulasi darah, pengaturan suhu tubuh, gerakan pencernaan, dan sistem imunitas tubuh.

Sistem saraf ini memiliki dua jenis, yaitu sistem saraf simpatik dan parasimpatik. Sistem saraf simpatik adalah saraf yang bekerja saat tubuh kita dalam mode aktif atau beraktivitas, ibarat sedang menekan pedal gas agar mobil bisa berjalan. Sedangkan sistem saraf parasimpatik bekerja saat tubuh kita dalam mode rileks atau beristirahat, ibarat menarik rem agar mobil berhenti berjalan.

Sebagai contoh, sistem saraf simpatik akan mendominasi saat kita sedang mengerjakan sesuatu yang sudah mendekati deadline. Kondisi kita saat berusaha menyelesaikan pekerjaan tersebut adalah saat dimana sistem saraf ini bekerja dengan maksimal. Sedangkan sistem saraf parasimpatik akan mendominasi saat kita sedang rileks, misalnya saat sedang berendam di air hangat.

Akibat Terganggunya Saraf Otonom

2 jenis sistem saraf otonom dapat diibaratkan sebagai tombol ‘on’ dan ‘off’ tubuh kita.

Jika kerja sistem saraf otonom Anda, terganggu, tubuh akan sulit untuk berpindah dari ‘on’ ke ‘off’. Akibatnya, saat Anda diharuskan untuk melakukan suatu kegiatan, Anda malah tidak bisa berkonsentrasi. Saat tiba waktunya istirahat, Anda malah sama sekali tidak bisa tenang.

Gangguan pada kesehatan mental yang muncul akibat dari  terganggunya kerja sistem saraf otonom antara lain ingin marah-marah terus, cemas terus, dan tidak bersemangat, dan kesulitan tidur. Sedangkan gangguan pada tubuh (fisik) yang muncul antara lain sakit kepala, vertigo, sakit atau pegal di bagian-bagian tubuh, dan konstipasi.

Karena itu, agar kesehatan mental maupun fisik dan performa otak kita meningkat, kita harus memastikan sistem saraf otonom dapat bekerja dengan lancar.

Memperbaiki Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom yang dapat bekerja dengan lancar akan memberikan dampak baik seperti efek domino: sirkulasi darah akan menjadi lancar, sehingga penyerapan oksigen dan nutrisi serta sekresi zat-zat sisa atau racun pun menjadi lebih lancar.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan:

1. Mengonsumsi makanan yang baik untuk pencernaan, yaitu yang kaya akan serat pangan.

Makanan tersebut seperti sayur-sayuran, aneka buah, aneka jamur, serta mengurangi konsumsi makanan manis dan gorengan.

Ini karena pencernaan yang kotor akan sangat mengganggu kerja sistem saraf otonom. Cara mengetahui kotor atau tidaknya pencernaan Anda adalah dengan memperhatikan buang air Anda. Ciri-ciri pencernaan yang kotor adalah gas buangan (kentut) yang sangat bau, kesulitan buang air besar yang (sembelit), dan BAB yang keras, berwarna sangat gelap, atau sangat bau.

2. Olahraga ringan seperti stretching atau jalan sehat.

Dianjurkan untuk berjalan kaki 20 menit atau melakukan stretching 10-15 menit setiap harinya. Stretching akan lebih baik lagi jika dilakukan menjelang tidur malam, karena membantu tubuh untuk memasuki mode istirahat.

3. Menjaga kesehatan mental.

Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh sistem saraf otonom. Saat kita stres, merasa cemas, atau uring-uringan terus, tubuh akan terus berada dalam kondisi ‘on’ atau didominasi oleh sistem saraf simpatik. Akibatnya, biarpun kita ingin istirahat, tubuh kita tidak bisa istirahat, sehingga kondisi stres kita semakin parah.

Poin utama dalam menghilangkan stres adalah rileks. Cara-cara yang dianjurkan, yang sudah dibuktikan secara ilmiah adalah tidur, berolahraga, berkomunikasi atau mengobrol dengan orang lain, berendam, tertawa, dan meditasi.

Sedangkan poin utama dalam menghilangkan kecemasan adalah dengan bergerak. Misalnya dengan menuliskan hal-hal yang membuat Anda cemas di kertas, membicarakan kecemasan Anda pada orang lain, atau dengan berjalan santai. Ini karena “cemas” yang Anda rasakan sebenarnya adalah sinyal ‘bergeraklah!’ yang diberikan tubuh.

Ini berkaitan dengan fight or flight response manusia di jaman purba. Dulu, saat menghadapi bahaya seperti hewan buas, respons tubuh manusia mengharuskannya untuk memilih melawan (fight) atau lari (flight). Manapun yang dipilih, akan mengakibatkan tubuh memasuki mode aktif (didominasi oleh sistem saraf simpatik). Ini karena tubuh mempersiapkan manusia untuk menghadapi hewan buas tersebut.

Karena itulah, saat kita merasa cemas, sebenarnya hal tersebut adalah respon tubuh terhadap sesuatu yang kita anggap ‘bahaya’. Untuk mengatasi kecemasan tersebut, kita harus bergerak atau melakukan aktivitas apapun, bukannya diam.

Sumber:
Hiroyuki, Kobayashi. 2020. 「眠れなくなるほど面白い 図解 自律神経の話: 自律神経のギモンを専門医がすべて解説! (The Story of The Autonomic Nervous System: Everything You Need To Know About The Autonomic Nervous System.) 」. Japan: Nihon Bungeisha.
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form