Merasa Lapar Atau Lelah Terus Menerus? Hati-Hati, Pencernaan Anda Mungkin Dipenuhi Jamur

Friday, July 9, 2021

Ketika Anda mendengar kata "jamur" (fungi), apa yang Anda pikirkan? Apakah jamur berwarna kebiruan yang tumbuh di roti kedaluwarsa? Atau jamur hitam yang tumbuh di pojokan kamar mandi Anda?

Tahukah Anda, bahwa jamur sebenarnya bukan hanya bisa menyerang tubuh kita baik di permukaan kulit maupun di organ dalam, tapi juga bisa tumbuh di dalam tubuh kita?

Sejak awal jamur memang sudah hidup di dalam pencernaan manusia, bahkan pada orang yang sehat sekalipun. Jamur tersebut sama seperti bakteri dan mikroorganisme lainnya yang membantu kerja organ. Tapi, jika jamur tumbuh terlalu banyak—sampai berjumlah melebihi batas normal—jamur yang awalnya membantu pencernaan tadi justru akan menyebabkan gangguan pada fisik maupun mental.

Hal ini dijelaskan oleh Yoko Uchiyama, seorang dokter sekaligus direktur dari Yoko Clinic di Jepang, dalam bukunya “Mold in The Stomach Was the Cause of Illnesses”. Meskipun tumbuhnya jamur pada perut atau pencernaan dan dampaknya pada kesehatan ini belum banyak diketahui, sebenarnya banyak sekali penyakit atau gangguan kesehatan jaman sekarang yang disebabkan oleh hal ini.

Bagi Anda yang mudah lelah, tidak bersemangat, susah konsentrasi, Anda bisa mengalami semua itu karena tumbuhnya jamur di pencernaan.

Gangguan yang berkaitan dengan pencernaan antara lain terus menerus kembung, rasa lapar yang tidak kunjung hilang walaupun sudah makan banyak, “ngidam” makanan manis atau berkeinginan kuat untuk makan yang manis-manis, konstipasi, diare, dan sakit perut.

Jamur ini juga bisa menyebabkan gangguan pada produktivitas kita sehari-hari, karena membuat mengantuk tidak normal di siang hari, sulit konsentrasi, sakit kepala, sakit persendian, daya ingat menurun, rasa lelah terus menerus, dan sebagainya.

Banyak sekali, bukan?

Ya, kita memang akan menjadi lebih mudah sakit atau mendapat gangguan kesehatan yang bermacam-macam jika ada masalah pada pencernaan.

Ini karena sekitar 70%-80% dari sistem kekebalan tubuh manusia ada di pencernaan. Itulah mengapa menjaga pencernaan tetap sehat merupakan salah satu kunci untuk hidup sehat.

Meningkatnya Jamur di Pencernaan, Apa Penyebabnya?

Peningkatan jamur ini dapat disebabkan oleh 3 hal, yaitu penyalahgunaan atau penggunaan antibiotik yang tidak teratur, konsumsi makanan manis yang berlebihan, dan kondisi lingkungan sekitar.

Penyalahgunaan Antibiotik

Antibiotik merupakan obat pemberian dokter yang harus dikonsumsi untuk membunuh ‘bakteri jahat’ penyebab suatu penyakit.

Namun, saat kita mengonsumsi antibiotik, obat tersebut bukan membunuh bakteri tertentu saja tapi  menyingkirkan bakteri secara keseluruhan. Mengonsumsi antibiotik secara berlebihan dapat menghilangkan bakteri-bakteri baik yang ada di perut dan pencernaan, menyisakan jamur saja. Ini karena antibiotik tidak memberikan pengaruh apapun pada jamur.

Kondisi ini lama-lama akan menyebabkan jamur semakin bertumbuh pesat.

Jamur pada pencernaan mendapat ‘makan’ dari makanan manis, karena itu orang dengan jamur berlebihan di pencernaannya akan sering “ngidam” makanan manis.

Konsumsi Makanan Manis yang Berlebihan

Jamur sangat suka dengan makanan manis, seperti cake dan dessert, kue kering, roti, sports drink, dll.

Orang yang banyak mengonsumsi makanan manis sebenarnya sama seperti memberi makan atau ‘memelihara’ jamur-jamur yang ada di pencernaan.

Bahayanya, saat jumlah jamur di pencernaan meningkat, ia akan menyebabkan berbagai efek samping salah satunya adalah menurunnya gula darah. Saat gula darah turun, tubuh akan secara alami memunculkan keinginan untuk makan makanan manis—seperti gula dan karbohidrat—karena butuh energi. Respon alami yang muncul dari tubuh kita justru membuat kita memberi makan jamur tersebut lebih lagi!

Kondisi Lingkungan Sekitar

Ada puluhan ribu spora jamur di udara setiap saat. Kita bisa saja menghirup udara yang terkontaminasi jamur atau makan makanan yang sudah dihinggapi jamur tanpa kita sadari.

Jamur bukan hanya banyak tumbuh di lingkungan yang lembap, tapi juga lingkungan yang tidak memiliki sirkulasi udara lancar. Jamur mudah hidup di tempat-tempat yang sering lembap atau dekat dengan air (kamar mandi dan dapur), lemari dan laci, karpet, matras, sofa, perabotan tua, bacaan seperti buku, majalah, koran, dan dinding.

Jika lingkungan sekitar kita banyak dihinggapi jamur, semakin besar pula kemungkinan jamur tersebut untuk masuk ke dalam tubuh kita.

Mengatasi Jamur di Pencernaan

Tidak Mengonsumsi Antibiotik Sembarangan

Untuk mencegah jamur agar tidak bertambah lebih dari ini, kita harus lebih memperhatikan pemakaian antibiotik.

Tubuh manusia punya kemampuan untuk sembuh atau pulih dengan sendirinya. Karena itu, saat terserang flu dan masih dalam kondisi belum demam, jangan langsung mengonsumsi antibiotik. Jika Anda merasa tidak enak badan, pastikan Anda mengonsumsi makanan bernutrisi lengkap dan istirahat yang cukup, membiarkan tubuh pulih dengan sendirinya.

Tentu saja ada kondisi dimana penyakit yang kita alami mengharuskan kita untuk mengonsumsi antibiotik. Saat itu, perhatikan dan ikuti baik-baik anjuran dokter dalam mengonsumsi antibiotik; jika harus dihabiskan, maka habiskan.

Perlindungan dari Makanan

Bertambahnya jamur di pencernaan dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat, menghindari makan makanan olahan dan makanan yang mengandung zat aditif, dan perbanyak makan sayuran segar dan makanan yang mengandung protein.

Kuncinya ada dua, yaitu menyeimbangkan makan makanan yang bergizi agar tubuh lebih kuat melawan penyakit, serta mengurangi konsumsi makanan yang membuat jamur mudah tumbuh. Makanan-makanan tersebut antara lain jagung, kopi, gandum, gula, minuman beralkohol, keju, pisang, dan nanas.

Dianjurkan juga untuk mengonsumsi makanan yang mempunyai efek antijamur. Makanan-makanan yang bisa membunuh jamur yang tumbuh berlebihan di pencernaan antara lain bawang putih, grape oil, oregano, minyak kelapa (coconut oil), dan rosemary. Tapi ingat, jangan langsung dalam jumlah banyak. Cobalah untuk mengonsumsinya sedikit-sedikit, dan perhatikan efek yang diterima tubuh Anda.

Meningkatkan Suhu Organ Dalam Tubuh

Meningkatkan suhu organ dalam tubuh memang sangat baik untuk kesehatan, seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan metabolisme tubuh, dan meningkatkan kerja sistem pencernaan. Hal ini dapat dilakukan dengan berendam air hangat, sauna, atau berjemur di bawah sinar matahari.

Membersihkan Lingkungan Sekitar

Jamur mudah tumbuh di lingkungan yang lembap dan tidak memiliki sirkulasi udara lancar. Karena itu, pastikan rumah atau tempat yang Anda tinggali memiliki sistem ventilasi yang baik.

Jika tidak ada ventilasi, udara kotor akan terus berputar di dalam ruangan, tidak dapat bertukar dengan udara bersih. Hal ini bukan hanya akan berdampak negatif bagi pernapasan tapi juga membuat jamur tumbuh lebih mudah.

Pastikan untuk membuka jendela ruangan setiap harinya agar pergantian udara dapat terjadi.

Sumber:
Uchiyama, Youko. 2018. 「「おなかのカビ」が病気の原因だった (日本人の腸はカビだらけ)」(Mold in The Stomach Was the Cause of Illnesses (Stomach of a Japanese is Full with Mold.). Japan: Makino Publishing.
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form