Mengantuk Setelah Makan Siang? Kenali Lonjakan Gula Darah dan Cara Menghindarinya!

Wednesday, June 15, 2022

Apakah Anda pernah merasakan mengantuk setelah makan siang?

Fenomena seperti ini umumnya dirasakan jika terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan karbohidrat setelah makan siang. Bukannya kinerja tubuh dan otak akan membaik semakin banyaknya makan? Eits kata siapa? Yuk simak selengkapnya di blog ini!

Kenali Lonjakan Gula Darah dan Penyebabnya

Lonjakan gula darah biasanya disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada aliran darah Anda. Tingginya kadar glukosa pada aliran darah dipengaruhi oleh makanan karena biasanya makanan akan diubah menjadi glukosa di dalam tubuh. Glukosa merupakan salah satu komponen penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan otot, organ dan juga perkembangan otak. Namun yang perlu diperhatikan adalah, glukosa baru akan berguna sebagai energi tubuh setelah glukosa  masuk ke dalam sel.

Tubuh memiliki sebuah hormon bernama insulin yang diproduksi oleh pankreas. Insulin sendiri memiliki fungsi untuk membuka sel -sel tubuh agar glukosa bisa masuk ke dalamnya. Tanpa adanya hormon insulin, glukosa akan terus mengalir di dalam aliran darah. Gula darah yang terdapat di dalam aliran darah seiring berjalannya waktu akan menjadi semakin terkonsentrasi dan menumpuk. Apabila terjadi penumpukan gula darah dalam waktu yang lama, maka nilai gula darah akan meningkat dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

Saat mengonsumsi makanan berkarbohidrat ataupun makanan dan minuman manis, semakin banyak karbohidrat yang Anda konsumsi maka gula darah Anda akan semakin tinggi. Karbohidrat dalam bentuk cairan akan lebih mudah tercerna oleh tubuh sehingga gula darah akan lebih cepat naik setelah mengonsumsi makanan manis.

Mengapa Bisa Mengantuk Setelah Makan Siang?

Salah satu alasan mengapa malah ngantuk setelah makan siang adalah karena tubuh sedang mengeluarkan energi untuk memproses makanan. Seperti yang disebutkan di atas, makanan akan diubah menjadi glukosa di dalam tubuh oleh sistem pencernaan.

Selain itu, timbulnya rasa mengantuk setelah makan yang sangat sering terjadi dapat menjadi salah satu tanda diabetes. Hormon insulin tidak bekerja dengan baik pada pasien diabetes, sehingga glukosa yang ada di dalam aliran darah tidak bisa masuk ke dalam sel dan tubuh tidak mendapatkan cukup energi. Saat tubuh kekurangan energi, maka akan timbul rasa lelah, mengantuk dan pusing.

Hati-hati Agar Tidak Kecanduan Makanan Manis!

Ilustrasi menolak makanan manis. Sumber: Freepik.com

Tidak hanya anak-anak, banyak juga orang dewasa yang sangat menyukai makanan manis. Tahukan Anda bahwa makanan manis berkaitan dengan hormon dopamin? Dopamin merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh tubuh dan berfungsi untuk memberikan rasa bahagia. Pada zaman dahulu kala, dopamin diproduksi oleh tubuh saat melakukan aktvitas yang akan menguntungkan dari segi bertahan hidup. Saat tubuh melakukan suatu aktivitas yang spesifik, hormon dopamin akan diproduksi sehingga otak akan berpikir bahwa aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas yang baik dan tubuh akan mendorong untuk melakukan aktivitas tersebut lagi.

Ternyata gula dan dopamin juga berkaitan erat. Saat seseorang mengonsumsi gula, otak akan memproduksi banyak dopamin yang memiliki efek seperti mengonsumsi hiroin dan kokain. Kejadian tubuh memproduksi dopamin dalam jumlah banyak memiliki hubungan dengan sejarah manusia. Pada zaman dahulu, manusia memang membutuhkan banyak kalori untuk bertahan hidup. Namun pada zaman modern seperti sekarang, kegiatan yang dilakukan juga sudah tidak seaktif pada zaman dahulu dan tubuh belum tentu membutuhkan kalo sebanyak itu.

Maka dari itu setelah mengonsumsi gula, rasanya mood menjadi lebih baik dan timbul keinginan untuk mengonsumsi secara terus-menerus. Untuk mencegah agar tidak kecanduan gula, ada baiknya untuk mulai mengurangi konsumsi gula agar tidak berlebihan. Memang akan terasa sangat sulit di awal, namun kita harus tetap menjaga agar tubuh tidak mengonsumsi gula terlalu banyak.

Ketosis, Cara Lain Tubuh untuk Memproduksi Energi

Sumber energi tubuh sebenarnya tidak hanya dari glukosa saja. Salah satu cara tubuh untuk mendapatkan energi adalah dari badan keton. Saat persediaan glukosa tidak mencukupi, tubuh akan memulai proses ketosis. Ketosis merupakan salah satu metabolisme untuk memproduksi badan keton yang didapatkan dari senyawa lemak. Saat simpanan glukosa di dalam tubuh tidak mencukupi untuk diubah menjadi energi, hormon insulin akan berkurang dan akan membuat asam lemak dikeluarkan oleh tubuh. Asam lemak akan dipindahkan ke organ hati lalu akan dilakukan proses okisdasi. Asam lemak ini akan berubah menjadi keton atau badan keton.

Jadi, tidak perlu takut tubuh akan kekurangan energi saat tidak mengonsumsi karbohidrat. Sangat dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan berkarbohidrat dalam jumlah yang banyak karena dari dalam sayuran, ikan dan juga daging masih mengandung senyawa glukosa. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi protein dan lemak, karena keduanya sangat diperlukan untuk mendorong kinerja tubuh.

Bagaimana Cara Membiasakan Tubuh Agar Tidak Mengonsumsi Gula Secara Berlebih?

Mengonsumsi makanan bergizi

Dengan memenuhi kebutuhan tubuh akan gizi dan mineral, lambung akan merasa kenyang dan mencegah rasa lapar. Perbanyak makanan gandum utuh, sayuran, ikan, daging dan buah.

Kurangi camilan manis dan daging olahan

Makanan yang harus dihindari adalah camilan manis, daging olahan seperti sosis, makanan yang digoreng dan juga makanan cepat saji. Alasan untuk menghindari camilan manis adalah karena biasanya camilan dibuat menggunakan gula dalam jumlah banyak dan tidak sehat untuk tubuh. Daging olahan dan juga makanan cepat saji memiliki kandungan pengawet buatan didalamnya, sehingga sebaiknya Anda kembali mempertimbangkan sebelum mengonsumsi. Makanan yang digoreng cenderung memiliki banyak kandungan minyak didalamnya dan berpotensi menjadi lemak jahat di dalam tubuh atau kolesterol.

Minum air dengan rutin

Dengan mengonsumsi air secara rutin, zat-zat yang tidak diperlukan di dalam tubuh akan lebih cepat dikeluarkan bersama dengan urine. Baik sisa-sisa hasil metabolisme tubuh ataupun racun, semakin cepat dikeluarkan dari tubuh akan memiliki efek yang lebih baik.

Tidak ada salahnya untuk mulai mengurangi konsumsi karbohidrat untuk membuat kondisi tubuh lebih fit. Pastikan juga untuk selalu mengimbangi aktivitas sehari-hari dengan mengonsumsi makanan bergizi dan konsumsi air yang cukup.

Sumber:

Baum, Isadora. 2021. "6 Ways You Can Reduce Blood Sugar Spikes After Meals". Allrecipes, https://www.allrecipes.com/article/manage-blood-sugar-spikes-after-meals/. Diakses pada 7 Juni 2022.

O'Keefe Corinne, Osborn. 2019. "How to Recognize and Manage a Blood Sugar Spike". Healthline, https://www.healthline.com/health/blood-sugar-spike. Diakses pada 7 Juni 2022.

Roland, James. 2020. "How Does Eating Affect Your Blood Sugar?". Healthline, https://www.healthline.com/health/and-after-effect-eating-blood-sugar. Diakses pada 7 Juni 2022.

Tinsley, Grant. 2021. "What Is Ketosis, and Is It Healthy?". Healthline, https://www.healthline.com/nutrition/what-is-ketosis#definition. Diakses pada 7 Juni 2022.

Wellness Retreat. 2018. "Sugar and Dopamine: The Link Between Sweets and Addiction". Wellness Retreat, https://wellnessretreatrecovery.com/sugar-and-dopamine-link-sweets-addiction/. Diakses pada 7 Juni 2022.

Zenji, Makita. 2018. 眠れなくなるほど面白い 図解 糖質の話 (Interesting illustrated sugar story that makes it hard to sleep.) Jepang: Nihonbungeisha.

Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form