Ini Alasan Mengapa Jalan Kaki Harus Dijadikan Kebiasaan

Thursday, October 22, 2020

Pada tahun 2017, saat Stanford University mempublikasikan penelitiannya tentang aktivitas fisik penduduk sedunia, Indonesia tercatat sebagai negara yang malas berjalan kaki di dunia. Penelitian yang dilakukan dengan merekam langkah kaki melalui aplikasi ponsel tersebut menunjukkan bahwa penduduk Indonesia rata-rata berjalan 3,513 langkah setiap harinya – di bawah rata-rata berjalan penduduk dunia yaitu 4,961 langkah per hari.

Kebiasaan berjalan kaki memang jarang dimiliki orang Indonesia. Polusi udara, trotoar yang berlubang, pengendara motor bandel yang melintas di trotoar, kemungkinan terkena catcall – banyak faktor yang membuat jalan kaki dipandang sebagai suatu kerugian yang harus dihindari. Transportasi dan delivery makanan yang menjadi sangat praktis berkat jasa ojek online dan sejenisnya juga menambah alasan untuk tidak berjalan kaki, bahkan di jarak yang dekat sekalipun.

Namun, berjalan kaki bukan suatu kerugian yang harus dihindari. Pemikiran seperti itulah yang harus diubah, karena tidak terbiasa berjalan kaki justru sangat merugikan bagi kesehatan tubuh. Meskipun efeknya belum terlihat dalam waktu dekat, membiasakan diri untuk berjalan kaki dapat mengurangi berbagai risiko penyakit di kemudian hari.

 

Jalan Kaki Untuk Kesehatan Jantung

Penelitian New Mexico Highlands University membuktikan bahwa berjalan kaki dapat memperlancar sirkulasi darah dan meningkatkan suplai darah ke otak. Sirkulasi darah yang lancar dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penggumpalan darah. Risiko penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah seperti serangan jantung dan stroke juga dapat berkurang.

Penggumpalan darah atau trombosis umumnya terjadi di pembuluh vena besar di paha dan betis. Pembentukan gumpalan tersebut bisa disebabkan banyak hal, salah satunya karena otot betis tidak bergerak untuk waktu yang lama. Jika kegiatan sehari-hari mengharuskan Anda duduk dalam waktu yang lama, pastikan Anda mengimbanginya dengan aktivitas fisik seperti berjalan kaki.

Menurut The Arthritis Foundation, berjalan kaki selama 30 menit setiap harinya saja dapat mengurangi risiko penggumpalan darah. Ini karena berjalan kaki meningkatkan kontraksi otot di kaki, menekan sekitaran pembuluh darah besar sehingga betis dapat menjadi pompa yang memperlancar sirkulasi darah ke jantung.

Berjalan kaki membantu otot jantung mendapatkan aliran darah yang lebih deras sehingga jantung dapat berfungsi dengan baik.

Jalan kaki juga terbukti mempengaruhi risiko stroke. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Penelitian dalam jurnal American Heart Association menemukan bahwa semakin lama seseorang berjalan dalam satu hari, semakin rendah pula risikonya terserang stroke.

Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana 195 orang dari 2995 subjek penelitian—pria berusia 60-an sampai 70-an tanpa riwayat penyakit kardiovaskular—mengalami stroke dalam kurun waktu 11 tahun. Dari sini, bisa dikatakan ada kemungkinan 6% bagi seseorang untuk terkena stroke dalam 10 tahun. Namun, beberapa subjek penelitian memiliki risiko lebih rendah terkenapenyakit ini. Mereka adalah:

・Orang-orang yang berjalan 1 jam sehari hampir tiap hari dalam seminggu. Risiko mereka terkena stroke 10% lebih rendah dibanding orang yang tidak berjalan sama sekali atau hanya beberapa jam dalam seminggu.

・Orang yang berjalan rata-rata 3 jam per harinya. Risiko mereka terkena stroke 64% lebih rendah terkena stroke dibanding orang yang berjalan sedikit atau tidak sama sekali.

Uniknya, tidak ditemukan perbedaan penurunan risiko antara orang yang berjalan dengan cepat dan berjalan santai.

Jika dilakukan dalam durasi yang panjang dalam sehari, berjalan kaki dapat menurunkan risiko stroke.

 

Jalan Kaki Untuk Kesehatan Tulang

The Arthritis Foundation, organisasi kesehatan Amerika yang fokus pada penyakit arthritis atau radang sendi mengatakan, berjalan kaki dapat memperlambat laju pengeroposan tulang. Penelitian yang dimuat di American Journal of Medicine juga menemukan bahwa perempuan pascamenopause yang berjalan kira-kira 3 km setiap harinya, memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada perempuan pascamenopause yang berjalan dalam jarak pendek.

Dengan memperlambat laju pengeroposan tulang, berjalan kaki juga mengurangi risiko patah tulang.

Penelitian yang dimuat di jurnal American Medical Association menunjukkan, berjalan kaki selama 30 menit setiap harinya dapat mengurangi risiko patah tulang pinggul hingga 40%. Dalam penelitian tersebut, 415 subjek penelitian—perempuan berusia 40 sampai 77 tahun tanpa riwayat penyakit kanker, kardiovaskular, dan osteoporosis—mengalami patah tulang pinggul selama jangka waktu dalam kurun waktu 12 tahun.

Dari analisis yang dilakukan, perempuan pascamenopause yang aktif beraktivitas fisik—kira-kira berjalan kaki 24 jam setiap minggu—memiliki risiko patah tulang pinggul 55% lebih rendah dibandingkan perempuan pascamenopause yang tidak terlalu aktif bergerak atau hanya berjalan kaki 3 jam setiap minggunya.

Berjalan kaki adalah olahraga paling murah dan paling mudah yang harus dijadikan kebiasaan.

Polusi udara dan fasilitas pejalan kaki yang kurang mendukung tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak berjalan kaki. Membiasakan diri untuk naik tangga daripada lift, sengaja memarkir kendaraan di tempat yang jauh dari pintu masuk mall – kita dapat membiasakan diri untuk berjalan kaki di mana pun dan kapan pun.

Karena itu, mulai hari ini, yuk kita sempatkan jalan kaki selama 30 menit setiap hari!

 

Referensi:
Althoff, T., Sosič, R., Hicks, J. L., King, A. C., Delp, S.L., & Leskovec, J. (2017). Large-scale physical activity data reveal worldwide activity inequality. Nature547 (7663), 336–339.
Feskanich, D., Willett, W., & Colditz, G. (2002). Walking and leisure-time activity and risk of hip fracture in postmenopausal women. JAMA288(18), 2300–2306.
Jefferis, B. J., Whincup, P. H., Papacosta, O., & Wannamethee, S. G. (2014). Protective effect of time spent walking on risk of stroke in older men. Stroke45(1), 194–199.
The Arthritis Foundation. 12 Benefits of Walking.
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form