Ingin Rambut Sehat? Jangan Sampai Salah Saat Berkeramas!

Tuesday, March 22, 2022

Apakah Anda pernah merasa bahwa rambut Anda penuh dengan keringat sehabis melakukan aktivitas berat ataupun berolahraga? Rasanya pasti Anda langsung ingin masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mencuci rambut, kan? Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya kita tidak boleh mencuci rambut terlalu sering menggunakan sampo? Yuk simak blog Jalanmedis!

Sampo adalah produk perawatan rambut yang biasanya berbentuk cairan kental. Cairan ini dapat digunakan untuk membersihkan rambut. Sampo dapat digunakan dengan cara mengaplikasikannya di atas rambut yang sudah dibasahi dengan air, setelah itu bisa diikuti dengan pijatan lembut di kepala dan kemudian busa yang muncul bisa dibilas menggunakan air.

Salah satu alasan mengapa banyak orang menggunakan sampo adalah, karena ingin mengurangi produksi sebum yang berlebih pada rambut. Selain itu sampo juga digunakan dengan tujuan untuk membuat rambut agar lebih mudah diatur tanpa adanya kandungan minyak yang berlebih.

Setiap individu bisa jadi tidak memiliki kondisi rambut yang sama, maka dari itu diciptakan berbagai macam sampo dengan bermacam-macam bahan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Contoh yang paling mudah ditemui adalah keberadaan sampo untuk masalah rambut rontok, ketombe ataupun agar membuat rambut lebih berkilau.

Apakah Anda tahu bahwa ada beberapa bahan-bahan sampo yang sebaiknya dihindari?

Diantaranya adalah,

Sulfat

Sulfat bekerja sebagai agen pembersih di dalam kandungan sampo. Sampo yang memiliki kandungan sulfat di dalamnya biasanya menawarkan busa yang banyak dan juga kebersihan menyeluruh. Namun zat ini dapat merontokkan minyak alami yang diproduksi oleh rambut dan akan menyebabkan kulit kepala terasa kering. Selain itu sulfat juga dapat menyebabkan iritasi kulit, peradangan pada kulit kepala dan meningkatkan sensitivitas kulit.

Tidak hanya pada tubuh manusia, namun sulfat yang sudah terbilas dan terbawa aliran air dapat merusak ekosistem di sungai dan laut.

Formaldehida atau Formalin

Biasanya zat ini ditemukan di berbagai macam produk kebutuhan rumah tangga seperti bahan bangunan, furnitur dan cat. Biasanya bahan ini juga dapat ditemukan di dalam sampo sebagai pengawet. Zat ini dapat menyebabkan alergi dan dermatitis jika menyentuh kulit.

Paraben

Biasanya zat ini digunakan sebagai zat pengawet. Selain itu, zat ini memiliki kegunaan sebagai antibakteri dan antijamur. Namun zat ini juga dapat diserap dengan sangat mudah ke dalam kulit. Jika diserap ke dalam kulit, zat ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara, mengacaukan jumlah hormon estrogen di dalam tubuh, memicu dermatitis dan iritasi kulit. Selain itu paraben juga dapat merusak lingkungan.

Hexachlorophene

Hexachlorophene berfungsi sebagai antibakteri yang biasa digunakan dalam produk kecantikan. Namun zat ini dapat menimbulkan iritasi kulit dan juga sangat berbahaya jika tertelan karena dapat menimbulkan mual, muntah, dan diare.

Ftalat

Di dalam sampo, ftalat berfungsu sebagai agen pengikat dan dapat diserap tubuh dengan mudah. Adanya zat ini dapat menyebabkan perubahan level hormon, infertilitas pada laki-laki dan meningkatkan risiko keguguran pada wanita. Selain itu zat ini juga merupakan salah satu polutan untuk alam termasuk pada binatang.

Triklosan

Triklosan dapat ditemukan dengan mudah pada berbagai macam produk seperti pasta gigi dan cairan pencuci mulut. Triklosan dapat mengurangi kontaminasi bakteri, namun zat ini dapat dengan sangat mudah diserap oleh kulit dan organ tubuh lainnya. Jika terserap, zat ini dapat mempengaruhi kesehatan alat reproduksi pada manusia.

Apakah baik jika sering berkeramas?

Jika terlalu sering mencuci rambut, maka lapisan minyak yang memiliki fungsi untuk melindungi rambut akan ikut tersapu oleh sampo. Kelenjar sebasea, yang berfungsi untuk mengeluarkan sebum dan mengatur suhu tubuh, akan bekerja lebih keras untuk memproduksi minyak kembali. Saat bekerja terlalu keras, maka asupan nutrisi dan vitamin yang seharusnya dialirkan untuk pertumbuhan rambut akan digunakan menjadi tenaga untuk kelenjar sebasea. Sehingga rambut tidak dapat tumbuh dengan baik. Rambut yang tidak tumbuh dengan baik akan menipis, tidak tumbuh panjang dan akan mudah rontok. Hal ini akan memicu terjadinya kebotakan.

Saat kelenjar sebasea berusaha untuk memproduksi minyak kembali, ada kemungkinan kelenjar tersebut akan memproduksi minyak yang lebih banyak dan membuat kulit kepala terasa lebih berminyak dari seharusnya. Terlalu banyak produksi minyak juga akan menyebabkan ketombe dan jerawat pada kulit kepala. Jika kulit kepala Anda berketombe, maka bisa jadi itu adalah salah satu tanda bahwa Anda terlalu sering berkeramas.

Bagaimana cara berkeramas yang baik?

Sebenarnya Anda tidak terlalu diharuskan untuk berkeramas menggunakan sampo, lho. Sampo sendiri terdiri dari bahan kimia yang berpotensi dapat merusak keseimbangan di kulit kepala dan rambut. Sampai ada kampanye bernama "no-poo" yaitu, no shampoo. Sesuai dengan namanya, gerakan "no-poo" merupakan gerakan yang dilakukan untuk tidak menggunakan sampo ataupun menggunakan alternatif sampo. Beberapa alternatif sampo adalah air, minyak kelapa, baking soda, dan cuka apel.

Menurut Ryuichi Utsugi, penulis buku Stop using shampoo and your hair will grow! Hair loss, thinning, and dryness are caused by "over-washing!, metode terbaik adalah mencuci rambut menggunakan air. Air didapatkan dengan mudah dan tersedia setiap saat. Meskipun disarankan untuk mencuci rambut menggunakan air, namun ternyata cara mencucinya tidak boleh sembarangan lho. Berikut caranya,

- Gunakan air dengan temperatur 34-35 derajat, suhu yang sama dengan suhu tubuh normal. Hal ini dimaksudkan agar pori-pori rambut dapat mengeluarkan kotoran dengan mudah.

- Sangat disarankan untuk memijat kulit kepala dengan lembut menggunakan ujung jari. Hindari menggosok menggunakan kuku ataupun menggosok dengan terlalu keras. Jika rambut Anda panjang, Anda bisa menggunakan sisir dengan bulu yang halus ataupun menggunakan 10 jari untuk menyisir rambut.

- Saat mengeringkan rambut, disarankan untuk menggunakan handuk yang kering. Usap-usap rambut dengan lembut. Hindari pengeringan menggunakan alat seperti hair dryer karena dapat membuat rambut menjadi lebih kering.

Akhir kata, mencuci rambut merupakan sebuah kegiatan yang tidak luput dari aktivitas sehari-hari pada manusia. Namun, tidak ada salahnya untuk mulai mempertimbangkan frekuensi mencuci rambut dan juga bahan kimia yang ada di dalam sampo ya.

Sumber:

Ferreira, Mandy. 2018. "How Often Should You Wash Your Hair?". Healthline, https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-often-should-you-wash-your-hair. Diakses pada 15 Maret 2022.

Norris, Taylor. 2018. "What Is No Poo, How Does It Work, and Should You Try It?". Healthline, https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/no-poo. Diakses pada 15 Maret 2022.Timmons, Jessica. 2021. "What's in Your Shampoo? Check for These Ingredients Before You Lather Up". Healthline, https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/shampoo-ingredients-to-avoid. Diakses pada 15 Maret 2022.

Utsugi, Ryuuichi. 2013. シャンプーをやめると、髪が増える 抜け毛、薄毛、パサつきは“洗いすぎ”が原因だった!(Stop using shampoo and your hair will grow! Hair loss, thinning, and dryness are caused by "over-washing!). Japan: Kadokawa Publishing.

Wakeman, Jessica. 2020. "Yes, You Can Actually Have Clean Hair with the No-Poo Method". Greatist, https://greatist.com/health/no-poo. Diakses pada 15 Maret 2022.

Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form