Ingin Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Kronis? Hindari Minum Susu Sapi Berlebihan!

Wednesday, June 29, 2022

Sejak kecil kita selalu mendengar bahwa susu merupakan minuman yang baik diminum untuk meningkatkan kekuatan tulang dan menunjang pertumbuhan. Ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho. Yuk kenali lebih dalam mengenai susu dan juga olahannya di blog kali ini!

Apakah susu tidak baik untuk tubuh?

Susu merupakan sesuatu yang kita minum semenjak masih bayi. Awalnya anak bayi akan diberikan Air Susu Ibu (ASI) hingga periode menyapih dan siap untuk mengonsumsi makanan selain ASI. Salah satu yang sering diberikan kepada anak bayi adalah susu formula berbentuk bubuk. Susu yang umumnya digunakan untuk menciptakan susu formula adalah susu sapi. Itulah pertemuan pertama kita dengan susu sapi. Sampai dewasapun, susu dan juga olahannya yang sering dijual di supermarket adalah susu sapi. Sampailah kita pada pertanyaan, "apakah benar susu sapi baik untuk tubuh?".

Sebagai mamalia, manusia sebenarnya juga bisa memproduksi susu setelah melahirkan anak. ASI sendiri memiliki kandungan yang diperlukan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang pada awal kelahiran. Tentunya kandungan nutrisi di dalam ASI sangat cocok dengan kebutuhan bayi. Berkebalikan dengan susu sapi, memang betul susu sapi memiliki banyak kandungan gizi. Namun kandungan gizi tersebut ternyata berlebihan untuk manusia. Beberapa penyakit yang mungkin ditimbulkan akibat konsumsi susu sapi adalah:

1. Bertambahnya risiko penyakit jantung

Susu sapi dan juga olahannya merupakan sumber dari lemak jenuh. Tidak hanya lemak jenuh, susu sapi juga sebenarnya tinggi akan lemak dan dipenuhi oleh kolesterol. Makanan yang memiliki kandungan lemak serta kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Satu gelas susu bisa mengandung 150 gram kalori, 8 gram lemak jenuh dan 24 miligram kolesterol. Susu sapi rendah lemak tetap berpotensi mengandung kolesterol, lho. Jadi tetap waspada ya!

2. Meningkatkan risiko penyakit kanker

Sebenarnya baik susu dan olahannya merupakan salah satu faktor yang menyebabkan naiknya risiko penyakit kanker hormonal seperti kanker payudara dan kanker prostat. Menurut American Journal of Epidemiology, laki-laki dewasa yang mengonsumsi susu sapi setiap hari lebih berpotensi terkena kanker prostat. Selain itu menurut American Journal of Clinical Nutrition, tingkat risiko kanker prostat pada laki-laki dewasa akan lebih tinggi sekitar 32 persen dibandingkan dengan seseorang yang mengonsumsi susu sapi dan olahannya kurang dari setengah bagian dalam satu hari.

3. Menyebabkan peradangan

Terlalu banyak mengonsumsi susu sapi dan olahannya dapat menyebabkan penurunan performa atletik dan meningkatkan produksi cairan mukus serta peradangan. Susu akan memperlambat proses penyembuhan otot saat terjadi nyeri otot pasca berolahraga sehingga waktu penyembuhan otot akan menjadi lebih panjang.

4. Menimbulkan intoleransi laktosa

Tidak sedikit orang yang memiliki alergi terhadap susu karena adanya kandungan laktosa di dalamnya. Hal ini terjadi karena peristiwa malabsorpsi laktosa, dimana usus kecil tidak bisa mencerna atau memecah laktosa dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Biasanya gejala yang dirasakan berupa kembung, adanya diare ataupun produksi gas berlebih setelah mengonsumsi susu dan olahannya.

5. Dapat menimbulkan alergi susu

Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Alergi susu merupakan alergi yang disebabkan oleh adanya respon sistem imun tubuh terhadap banyaknya jumlah protein pada susu ataupun pada olahannya. Biasanya alergi pada susu dapat menyebabkan batuk, bersin, muntah sampai masalah pencernaan.

Susu alternatif yang bermanfaat

Ilustrasi produk olahan susu. Sumber: Freepik.com

Susu kedelai

Susu kedelai merupakan salah satu pengganti susu sapi yang umum dijumpai. Susu kedelai juga kaya akan kandungan protein yang dapat memenuhi kebutuhan protein manusia per harinya.

Susu almond

Susu almond merupakan salah satu alternatif terbaik yang bisa dikonsumsi jika sedang mengurangi konsumsi kalori. Jika Anda suka tekstur susu yang lebih kental, susu almond mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.

Susu beras

Susu beras sangat cocok untuk Anda yang lebih menyukai minuman dengan rasa yang netral dan ringan saat diminum. Namun pastikan untuk tetap memenuhi kebutuhan protein harian ya, karena susu beras tidak mengandung cukup protein untuk memenuhi kebutuhan harian.

Susu mete

Susu mete memiliki tekstur yang kental dan rendah akan kalori. Rasanya gurih dan cukup mudah dijumpai di supermarket.

Susu kelapa

Susu kelapa merupakan salah satu varian susu baru yang cukup digemari. Tekstur susu kelapa cukup kental dan juga manis. Susu kelapa juga mengandung vitamin D sebanyak 30% dari jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk satu hari.

Setelah mengetahui fakta yang cukup mengejutkan mengenai susu sapi dan olahannya, tidak ada salahnya untuk mulai mengurangi konsumsi produk tersebut untuk menjadi lebih sehat. Boleh juga untuk mengganti susu sapi dengan beberapa susu yang terbuat dari tumbuhan. Namun tetap perhatikan kandungan gizi dan juga komposisinya ya sebelum membeli.

Sumber:

Amin, Shilpa. 2020. Pros and Cons of Drinking Cow’s Milk. Healthline, https://www.healthline.com/health/is-milk-bad-for-you. Diakses pada 21 Juni 2022.

Asp, Karen. 2022. Is Milk Bad For You? 8 Reasons to Stay Away From Dairy. The Beet, https://thebeet.com/is-milk-bad-for-you-7-reasons-why-dairy-is-unhealthy. Diakses pada 21 Juni 2022.

Fisher, Rachel. __. Definition & Facts for Lactose Intolerance. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/lactose-intolerance/definition-facts. Diakses pada 21 Juni 2022.

Fisher, Rachel. __. Symptoms & Causes of Lactose Intolerance. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/lactose-intolerance/symptoms-causes#milkallergy. Diakses pada 21 Juni 2022.

Funase, Shunsuke. 2021. 完全図解版 牛乳のワナ メディアでは報道されない乳製品の黒い真実 (The Black Truth about Dairy Products Not Reported in the Media). Jepang: Business-sha Co., Ltd.

Simson, Rachel. 2021. What is the best alternative to milk?. Roswell Park, https://www.roswellpark.org/cancertalk/202107/what-best-alternative-milk. Diakses pada 21 Juni 2022.

Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form