Hidup Lebih Sehat dengan Mengatur Jam dan Pola Makan

Wednesday, December 15, 2021

Meskipun kita selama ini mengetahui bahwa sebaiknya mengonsumsi makanan berat sebanyak tiga kali dalam satu hari, ternyata ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya setiap individu tidak perlu mengonsumsi makanan sebanyak tiga kali dalam sehari terutama jika jumlah makanan yang dikonsumsi berlebihan. Terlebih lagi makan tiga kali merupakan sebuah kebiasaan yang terjadi karena adanya kebiasaan yang sudah diterapkan sejak kecil. Kita harus sangat berhati-hati dalam menjaga pola makan, karena salah dalam menentukan pola makan dapat menimbulkan masalah yang lebih buruk lagi bagi tubuh. Salah satu dari masalah yang ditimbulkan adalah:

1. Timbulnya penyakit gaya hidup (lifestyle diseases)

Penyakit gaya hidup adalah sebuah penyakit yang dapat timbul akibat kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari ini dapat memicu timbulnya penyakit yang mengancam jiwa, terutama penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes dan beberapa jenis kanker yang memiliki kaitan erat dengan pilihan gaya hidup.

Penyakit tidak menular ini dapat disebabkan oleh adanya faktor genetik, fisiologi, lingkungan dan juga perilaku. Ada salah satu perilaku yang sangat mempengaruhi keberadaan penyakit ini, yaitu, konsumsi makanan yang tidak sehat dan berlebih. Makanan tidak sehat dapat menyebabkan malnutrisi, membuat pencernaan menjadi buruk dan menimbulkan obesitas. Makanan tidak sehat yang sering kita temui adalah makanan cepat saji. Sebaiknya hindari makanan cepat saji dan makan makanan yang lebih sehat.

2. Menimbulkan masalah pada sistem pencernaan

Makan dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menyebabkan penurunan fungsi pada sistem pencernaaan dan menimbulkan komplikasi. Saat sudah biasa untuk makan terlalu banyak, pengiriman sinyal dari sistem pencernaan ke otak bisa terganggu. Pengiriman sinyal yang terganggu ini dapat menyebabkan sistem pencernaan melepaskan sinyal yang salah ke otak meskipun tubuh sedang tidak kelaparan.

Selain itu, saat mengonsumsi makanan terlalu banyak, ada kemungkinan tubuh dan organ pencernaan akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Semenjak makanan dikonsumsi, makanan mengalami proses yang sangat lama sampai bisa dicerna seutuhnya. Proses ini merupakan proses yang sangat memakan energi tubuh.

Semakin banyak makanan yang dikonsumsi, maka tubuh akan bekerja lebih ekstra untuk mengonsumsi makanan tersebut. Baik organ hati sampai hampir dari seluruh organ pencernaan akan bekerja dengan sangat berat dan perlahan-lahan seluruh organ tersebut akan menjadi lelah. Kejadian ini merupakan salah satu dari penyebab terjadinya masalah pada organ tubuh.

Jika sudah tahu mengenai dampak negatifnya, kira-kira apa keuntungan yang bisa didapatkan jika sudah mengurangi makan?

1. Merawat kesehatan organ tubuh agar tetap prima

Penelitian di Universitas Wisconsin menyatakan bahwa, monyet rhesus (macaca mulatta) yang konsumsi kalorinya dibatasi sebanyak 70% memiliki harapan hidup yang lebih baik. Saat penelitian dilakukan, monyet dengan kalori yang dibatasi dan mati karena umur yang sudah tua memiliki presentase sebesar 1/3. Kemungkinan gagal jantung dan juga kanker menurun secara signifikan dan tidak terdapat monyet yang memiliki penyakit diabetes. Dibandingkan dengan monyet yang makanannya tidak dibatasi, kondisi badan mereka jauh berbeda.

Hal ini disebabkan oleh, organ tubuh yang bekerja lebih keras untuk mencerna makanan akan lebih cepat mengalami penurunan fungsi dan akan mempengaruhi kinerja tubuh. Sehingga banyak efek yang akan ditimbulkan seperti, penyerapan usus halus menjadi tidak efektif, produksi insulin di dalam tubuh berkurang, dsb.

2. Membantu untuk melakukan detoksifikasi pada tubuh

Dari dalam makanan yang dikonsumsi, ternyata di dalamnya bisa terkumpul berbagai macam racun. Racun-racun ini akan terakumulasi di dalam tubuh dan akan menimbulkan efek yang tidak baik jika dibiarkan. Detoksifikasi sendiri adalah sebutan yang digunakan untuk menghilangkan racun dari dalam tubuh. Beberapa orang yang melakukan detoksifikasi bertujuan untuk,

- Mengistirahatkan organ tubuh dengan cara berpuasa atau mengurangi jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh

- Memicu kerja organ hati untuk membuang racun

- Mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui kotoran, air seni dan keringat

- Memperbaiki aliran darah

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh adalah,

- Berpuasa / mengurangi makan

- Mengurangi konsumsi alkohol, kopi, rokok dan pemanis buatan

- Berolahraga dengan teratur

- Menghindari makanan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh

Berpuasa dan mengurangi makan merupakan salah satu langkah yang bisa diambil untuk mengurangi jumlah racun yang berasal dari besi-besian dan juga polusi yang ikut masuk ke dalam tubuh bersama dengan makanan.

Meskipun sudah makan, mengapa terkadang masih keroncongan?

Sebenarnya saat perut keroncongan, belum berarti tubuh Anda butuh asupan makanan. Salah satu penyebab perut keroncongan adalah adanya senyawa karbohidrat yang sedang dicerna oleh tubuh. Saat pencernaan karbohidrat dilakukan, biasanya akan ada gas yang dihasilkan di dalam usus. Gas ini bisa membuat perut merasa tidak nyaman ataupun sakit. Terkadang, meskipun sudah makan namun otak bisa salah menerima sinyal yang dibuat oleh gas ini dan diartikan menjadi rasa lapar.

Setelah mengetahui informasi seputar baiknya menjaga pola makan, yuk makan dengan lebih bijak!

Sumber:

Berry, Sarah. 2021. Forget the food rules: three meals a day is not the only way. The Sydney Morning Herald.

Satoru, Utsumi. 2019. 1日3食をやめなさい!―――老化と万病を引き起こす「食べ過ぎ」( Stop eating three meals a day! "Overeating" that causes aging and all diseases). Japan: Asa Publishing.

Tabish SA. 2017. Lifestyle Diseases: Consequences, Characteristics, Causes and Control. J Cardiol Curr Res 9(3): 00326

Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form