Apakah Anda Tahu Jenis Telur Yang Anda Konsumsi?

Friday, September 10, 2021

Apa telur merupakan bahan makanan utama dalam kehidupan Anda sehari-hari?

Selain kaya akan berbagai nutrisi, sumber protein yang satu ini juga mudah ditemukan dan relatif murah harganya, sehingga banyak orang mengonsumsinya.

Tapi, tahukah Anda bahwa tidak semua telur memiliki kandungan nutrisi yang sama? Nutrisi telur bisa jadi berbeda karena berbagai faktor, seperti metode ternak ayam, pakan yang diberikan ke ayam, dan sebagainya.

Berikut beberapa jenis telur yang mungkin pernah Anda jumpai di supermarket:

1. Telur konvensional

Telur yang paling terjangkau harganya adalah telur konvensional. Telur ini berasal dari ayam-ayam yang diternakkan dengan cara dikurung di dalam kendang baterai (battery cage). Ayam-ayam ini tidak bisa bebas bergerak karena kondisi kandang yang penuh oleh ayam-ayam lain, bahkan mereka tidak bisa melebarkan sayapnya.

Permintaan terhadap telur yang tinggi juga membuat ayam-ayam ini diberi pakan yang dicampur antibiotik. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ayam sekaligus memacu pertumbuhannya. Penelitian di Poultry Science menyebutkan, pemberian antibiotik ini dapat meningkatkan bobot tubuh jumlah sel penyerap nutrisi dalam usus ayam.

Namun, hati-hati; ada resiko untuk mengalami resistensi terhadap beberapa jenis antibiotik jika kita mengonsumsi daging atau telur ayam yang diberi pakan campuran antibiotik.

2. Telur “free-range”

“Free-range” adalah metode berternak di mana hewan ternak seperti ayam diberi kebebasan untuk bergerak, menikmati sinar matahari, menghirup udara bebas, mencari makan sendiri, dan lain-lain dibandingkan terus berada di dalam kandang.

Ayam yang dipelihara dengan metode ini biasanya adalah ayam kampung. Ayam-ayam tersebut makan apa adanya saja di alam, namun juga sesekali diberikan pakan tambahan. Metode inilah yang membuat telur “free-range” lebih mahal dari telur biasa atau konvensional.

3. Telur organik

Telur yang dihasilkan oleh ayam yang dipelihara secara organik. Ayam-ayam ini hanya diberi pakan bahan organik yang tidak mengandung bahan kimia sama sekali. Pakan tersebut misalnya berupa pakan jagung atau biji-bijian yang juga ditanam secara organik; hanya menggunakan pupuk kandang, tidak menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan semacamnya.

Apa perbedaannya dengan telur “free range”? Semua telur organik merupakan telur “free-range”, tapi tidak semua telur “free-range” adalah telur organik.

Telur organik dihasilkan dari ayam-ayam yang mendapat pakan organik yang diproduksi tanpa pupuk sintetis, pestisida dan herbisida. Ayam-ayam ini bebas dari bahan kimia apa pun, dan sebisa mungkin tidak diberikan vaksin dan antibiotik.

Sedangkan, ayam-ayam yang menghasilkan telur “free-range” meskipun dibiarkan bergerak bebas dan mencari makan sendiri, ada kalanya juga diberikan pakan tambahan yang dicampur vitamin dan semacamnya.

Jenis telur mana yang lebih bernutrisi?

Ayam yang diternakkan dengan metode “free-range”, yaitu ayam kampung, bebas memakan serangga, biji-bijian, atau tanaman yang tumbuh di sekitarnya.

Pakan yang alami ini dipercaya membuat telur ayam kampung mengandung nutrisi lebih dari telur konvensional, serta lebih aman dikonsumsi karena tidak diberi pakan yang mengandung bahan kimia.

Ya, beberapa penelitian telah membahas tentang perbandingan nutrisi dari telur konvensional dan telur “free-range”, salah satunya adalah penelitian yang dimuat di Jurnal Poultry Science.

Kandungan yang ada pada telur antara lain kolesterol, asam lemak omega 3, lemak jenuh, lemak tak jenuh, beta karoten, vitamin A, dan vitamin E.

Menurut hasil penelitian, telur jenis “free-range” memiliki kadar omega-3 dan lemak tak jenuh (lemak baik) yang lebih tinggi dari telur konvensional. Hal ini berasal dari pakan alami yang ayam-ayam dapatkan di alam bebas, seperti serangga-serangga kecil.

Selain itu, kadar beta karoten pada telur “free-range” juga lebih tinggi dari telur konvensional. Kadar beta karoten yang lebih tinggi inilah yang membuat telur “free-range” memiliki warna kuning telur yang lebih gelap. Sedangkan, kadar vitamin A, vitamin E, dan kolesterol tidak berbeda di kedua jenis telur.

Tapi, perlu diingat, jenis telur yang manapun tidak menjamin bahwa ia bebas dari bakteri seperti salmonella. Telur tetap harus dikonsumsi dalam keadaan matang sempurna, bukan mentah, untuk mencegah masuknya salmonella ke tubuh Anda.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mulai mengonsumsi telur ayam organik atau “free-range” yang lebih bernutrisi, didapat dari ayam yang diternakkan secara alami tanpa campur tangan bahan kimia?

Telur ayam jenis ini biasanya dijual dalam pak isi 6 atau 10 butir, dengan harga mulai dari 30 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah. Misalnya seperti telur dari Eat Me Brand, Organic Land, atau Sehat Itu Harus (SIH).

Sumber:
Anderson K. E. (2011). Comparison of fatty acid, cholesterol, and vitamin A and E composition in eggs from hens housed in conventional cage and range production facilities. Poultry science, 90(7), 1600–1608.
Jones, F. T., & Ricke, S. C. (2003). Observations on the history of the development of antimicrobials and their use in poultry feeds. Poultry science, 82(4), 613–617.
DetikNews, Ini Bahaya Pakan Ternak AGP Bagi Kesehatan Tubuh Manusia.
Australian Eggs, What Are Organic Eggs?
Subscribe for free resources
& news updates.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form